Pengertian Teks Berita, Ciri – Ciri dan Tujuan Teks Berita

Kita mengenal adanya teks berita dalam pelajaran bahasa Indonesia. Teks berita merupakan salah satu jenis teks yang dekat dengan kehidupan kita sehari –hari. Untuk itu, kita akan mempelejarai mengenai pengertian teks berita, ciri ciri teks berita dan tujuan teks berita.


Pengertian Teks Berita, Ciri – Ciri dan Tujuan Teks Berita

Pengertian Teks Berita
Pengertian teks berita dapat dipahami sebagai suatu peristiwa atau kejadian yang bersifat aktual atau terkini. Peristiwa ini dapat disebut sebagai berita, apabila sudah dilaporkan dan disiarkan. Tanpa adanya laporan dan penyiaran, maka suatu kejadian di lapangan tidak dapat disebut sebagai berita. 

Unsur unsur berita
Di dalam berita, terdapat beberapa unsur – unsur yang harus diperhatikan. Adapun unsur –unsur berita, meliputi : what atau apa, who atau siapa, where atau di mana,when atau kapan, why atau mengapa, dan how atau bagaimana. 

Keenam unsur berita tersebut umumnya berada di awal suatu pemberitaan. Lalu, teks tersebut dilengkapi lagi dengan pokok pemberitaan yang isinya mengenai pemaparan klimaks kejadian perkara yang disajikan secara ringkas, lengkap, dan jelas. 

Teks berita juga sering dinamakan sebagai news item. Teks berita merupakan jenis teks yang biasa diambil dari media massa, seperti majalah, koran, atau internet. Teks berita yang disajikan di media massa ini memberikan info atau berita kepada masyarakat mengenai kejadian – kejadian yang sedang dialami atau kejadian – kejadian terbaru yang penting untuk diketahui khalayak ramai.

Jadi, selain memuat tentang berita, teks berita ini juga memberitakan hal – hal yang layak diberi tahukan pada khalayak umum. Biasanya, di dalam paragraf berisi teks berita, tercantum juga nama kota atau nama negara tempat kejadian berlangsung, serta nama media massa yang diliput. Pencantuman ini biasanya terletak di bagian awal teks berita. 

Simak juga: Pengertian, Proses, Tujuan, dan Prinsip Negosiasi

Ciri – ciri Teks Berita
Adapun ciri ciri teks berita, yakni :
  • Menggunakan sistematika khusus teks berita. Teks berita ditinjau dari sistematika penulisannya, dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
  1. Newsworthy events. adalah bagian dari sistematika yang menunjukkan kejadian inti. Bagian ini adalah bagian paling penting dalam teks berita. Bagian ini juga dapat disebut sebagai lead.
  2. Background events. dalah bagian sistematika penulisan teks berita yang memuat latar belakang kejadian, individu – individu yang terlibat, tempat dan waktu kejadian terjadi, serta keterangan – keterangan lain yang dinilai relevan dengan teks berita yang diberitakan.
  3. Sources. adalah bagian sistematika penulisan teks berita yang berisi komentar dari saksi kejadian perkara, serta berisi pula mengenai pendapat yang disampaikan para ahli terhadap kejadian yang dihadapi.
  • Bahasa yang digunakan dalam teks berita, meliputi kata kerja dan kata keterangan.
  • Memberikan berita pada pembaca, pendengar maupun penonton mengenai peristiwa – peristiwa atau kejadian – kejadian yang dianggap penting dan layak disampaikan pada khalayak ramai.
  • Informasi singkat dan dapat dituangkan dalam sebuah headline.


Tujuan Teks Berita
Tujuan teks berita adalah sebagai penyampai pesan komunikatif, yang berarti untuk memberikan berita kepada pembaca, penonton, dan pendengar, mengenai suatu kejadian yang pantas, penting, dan layak untuk diberitakan kepada khalayak umum.

Jelas bukan pemaparan mengenai teks berita ini? Kita sudah membahas tentang Pengertian Teks Berita, Ciri – Ciri teks berita dan Tujuan Teks Berita. Semoga bermanfaat.

Sumber:
http://www.porosilmu.com/2016/01/teks-berita.html
https://portal-ilmu.com/teks-berita/

Pengertian, Proses, Tujuan, dan Prinsip Negosiasi

Negosiasi adalah aspek penting dalam seni komunikasi. Jadi, kali ini kita akan belajar mengenai pengertian negosiasi, prinsip negosiasi, tujuan negosiasi dan prinsip negosiasi. Berbagai hal ini sangat penting karena negosiasi sudah menjadi hal yang dekat dengan kehidupan hampir setiap orang.

Pengertian, Proses, Tujuan, dan Prinsip Negosiasi

Pengertian Negosiasi

Pengertian negosiasi menurut Sardjono, (2009) dapat dilihat secara etimologi, yang berasal dari bahasa Inggris, negotiation, yang berarti perundingan. Dengan kata lain, negosiasi dapat diartikan sebagai musyawarah untuk mufakat, atau suatu usaha untuk membangun kerja sama antara beberapa pihak.

Para pihak yang bernegosiasi bertujuan untuk mendatangkan keuntungan bersama dengan jalan persuasif, dan bukannya melalui jalan represif atau intimidasi. Selain itu, negosiasi juga dapat diartikan sebagai langkah untuk membangun kesepahaman terhadap permasalahan tertentu.

Proses Negosiasi

Proses negosisai menurut Tim Guru Eduka (2015), terdiri dari :
  1. Pihak yang memiliki program atau pihak pertama. Ia memulai proses negosiasi dengan menyampaikan maksud dengan kalimat yang santun, jelas, serta terperinci.
  2. Pihak mitra kemudian berbicara dengan menyanggah mitra bicara secara santun dan tetap menghargai pihak yang pertama.
  3. Pemilik program mengemukakan argumentasinya dengan menggunakan kalimat yang santun dan meyakinkan mitra bicara.

Hal – Hal yang Harus Diperhatikan dalam Negosiasi

Menurut Darmayanti (2007), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyampaikan pendapat dalam negosiasi. Hal –hal tersebut meliputi :
  1. Pendapat disampaikan dengan lancar, jelas, dan sopan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami pendapat yang disampaikan.
  2. Pendapat yang disampaikan harus disertai alasan, fakta, atau contoh secara jelas. Tujuannya adalah agar apa yang disampaikan dapat diterima secara rasional dan benar.
  3. Menyampaikan pendapat dengan intonasi dan suara cukup keras untuk didengar sehingga lebih mudah dipahami orang lain. Penyampaian pendapat dengan intonasi dan suara kurang keras, dapat menyebabkan pendengar kesulitan dalam mendengar dan memahami hal yang disampaikan.
  4. Kejelasan dalam menyampaikan pendapat akan membuat orang lain lebih percaya dan pihak lawan negosiasi dapat memahami hal yang disampaikan.

Tujuan Negosiasi

Tujuan negosiasi menurut Sardjono, (2009) aadalah untuk mendelegasikan kepentingan kepada pihak yang lain, akan tetapi pendelegasian ini dapat terlaksana apabila kedua pihak memiliki korelasi dalam sumber daya alam yang dimiliki.

Selain itu, negosiasi juga bertujuan agar bisa memperoleh simpati dari gagasan yang sedang ditawarkan. Secara implisit tujuan negosiasi berhubungan dengan marketing. Namun, bukan hanya marketing yang berkaitan dengan barang konsumtif, melainkan juga pelayanan jasa dan penyelesaian masalah.

Prinsip Negosiasi

Prinsip negosiasi menurut Sardjono, (2009) ada beberapa, yaitu :
  • Transparansi merupakan kejujuran, tapi boleh menggunakan taktik (taktik bukanlah kebohongan). Dapat menentukan taktik yang tidak mengandung unsur kebohongan, sehingga tidak merugikan pihak lain yang terlibat dalam negosiasi.
  • Akuntabilitas atau dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat konsekuen dengan apa yang dikatakan.
  • Keadilan, yakni dapat melakukan pembagian porsi dalam suatu kerja sama secara adil, sehingga tidak memberikan kerugian pada oknum tertentu, yang dinilai lebih memiliki kepentingan.
  • Saling menghargai dan menghormati sehingga dapat terbina hubungan baik dengan partner. Saat pihak lain menyampaikan pendapatnya, hendaknya pihak lain yang mendengar menghargai dan menghormati apa yang disampaikan. Salah satunya dengan tidak memotong pembicaraan.


Demikian penjelasan mengenai negosiasi, baik berupa pengertian negosiasi, proses negosiasi, tujuan negosiasi dan prinsip negosiasi. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Pengertian Teks Tantangan dan Strukturnya

Kita juga akan mempelajari mengenai teks tantangan di pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu, kali ini kita akan membahas mengenai pengertian teks tantangan dan juga struktur Teks Tantangan.


Pengertian Teks Tantangan

Pengertian Teks Tantangan
Teks tantangan juga dapat dikatakan sebagai teks sifatnya kontra atau melawan. Adapun pengertian teks tantangan adalah suatu jenis teks yang di dalamnya memuat informasi tentang bantahan atau penolakan terhadap suatu hal atau kondisi tertentu atau peristiwa tertentu yang sifatnya kontroversial. 

Bantahan yang disajikan dalam teks tantangan dibuat dengan dilengkapi argumen dan data – data yang diperlukan dalam memberikan penguatan terhadap bantahan tersebut. Umumnya, teks tantangan dapat dijumpai di dalam kegiatan debat.

Struktur Teks Tantangan
Struktur dari teks tantangan dapat dipilah ke dalam tiga hal pokok, yang meliputi :
Merupakan bagian dari teks tantangan yang isinya mengenai topik yang akan dibantah.
Merupakan bagian teks tantangan yang isinya mengenai alasan atau bukti – bukti. Bukti yang menguatkan bahwa oran tersebut memiliki fungsi untuk memberikan dukungan terhadap bantahan dari topik yang sedang dibicarakan. Bukti yang ditunjukkan dalam teks tantangan, sifatnya valid. 
Merupakan bagian teks tantangan yang isinya mengenai pernyataan. Pernyataan tersebut bertujuan untuk menegaskan suatu bantahan.

Simak juga: Pengertian Teks Pantun, Struktur teks pantun dan Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Kebahasaan Teks Tantangan
Di teks tantangan, ada juga unsur kebahasaan teks tantangan yang hraus diperhatikan, seperti :
Kata rujukan. Yang dibuat untuk memberikan informasi, sehingga dapat dijadikan rujukan untuk iInformasi tersebut.
Pilihan kata atau diksi meliputi  Gagasan atau ide yang disampaikan perlu menggunakan kata – kata yang baik.
Kata hubung. Yang digunakan adalah bagian dari kebahasaan teks tantangan yang fungsinya untuk menghubungkan kata dalam teks.
Kalimat yang digunakan, adalah kalimat kompleks, dengan struktur lebih dari satu. 

Jadi, demikianlah artikel yang telah diuraikan mengenai pengertian teks tantangan dan juga struktur Teks Tantangan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber:
http://www.pelajaran.click/2016/01/memahami-aneka-jenis-teks.html

Pengertian Teks Pantun, Struktur teks pantun dan Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Apakah kamu sering mendengar kata pantun? Kali ini, yang akan kita bahas adalah mengenai pengertian teks pantun, struktur teks pantun serta kaidah kebahasaan teks pantun. Semoga materi teks bahasa Indonesia mengenai pantun ini bisa kamu pahami dengan baik. Serta, setelahnya kamu pun bisa membuat sendiri pantunmu.


Pengertian Teks Pantun, Struktur teks pantun dan Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

Pengertian Teks Pantun
Pengertian teks pantun adalah suatu jenis puisi lama pada kesusastraan bahasa Indonesia. Pantun atau puisi lama asli Indonesia ini, umumnya ditulis dengan kaidah tertentu, seperti terdiri dari empat larik (baris) pada tiap baitnya, dan bersajak a-b-a-b. 

Keseluruhan bentuk pantun ini dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni berupa sampiran dan isi. Sampiran biasa terletak di baris pertama dan baris kedua, sedangkan  bagian isi terletak di baris ketiga dan keempat. Bagian ini ini merupakan tujuan dibuatnya pantun atau puisi lama tersebut.

Struktur Teks Pantun
Teks pantun ditata dengan struktur teks tertentu. Adapun struktur teks pantun, terdiri dari:

  • Sampiran, terletak di dua baris pertama atau baris pertama dan kedua. Biasanya tidak ada hubungannya dengan bagian kedua (isi).
  • Isi, terletak di baris terakhir dan sebelumnya, atau baris ketiga dan keempat. Bagian ini adalah tujuan dari pantun tersebut.
Simak juga: Pengertian Teks Iklan, Struktur, Ciri – ciri dan Fungsinya

Kaidah Kebahasaan Teks Pantun
Kaidah kebahasaan teks pantun yaitu : adanya diksi, bahasa kiasan, imaji, dan bunyi. 

  • Diksi, adalah pilihan kata yang tepat serta selaras yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti diharapkan.
  • Bahasa kiasan, adalah bahasa untuk menyampaikan makna secara tidak langsung, yang biasanya dapat berupa peribahasa atau ungkapan tertentu untuk menyampaikan makna berita.
  • Imaji, adalah penggambaran yang dicipatakan secara tidak langsung. Hal yang seolah-olah digambarkan dalam teks pantun ini adalah dapat dilihat (imaji visual), didengar (imaji auditif), atau dirasa (imaji taktil).
  • Bunyi, bunyi umumnya muncul dari kiasan, imaji, dan diksi yang diciptakan saat menyampaikan suatu pantun. Pada bunyi, Terdapat pula unsur rima (rhyme) dan ritme (rhytm). Rima adalah unsur pengulangan bunyi pada pantun, dan irama adalah turun naiknya suara atau bunyi secara teratur. 


Contoh Teks Pantun
Berikut ini adalah contoh teks pantun, agar dapat membuat kamu lebih memahami mengenai materi teks pantun ini.

Jalan jalan sewaktu fajar
Tiba –tiba ban mobil kempes
Jika kamu rajin belajar
Pasti kamu akan sukses

Demikianlah materi mengenai teks pantun, meliputi pengertian teks pantun, struktur teks pantun serta kaidah kebahasaan teks pantun. Semoga bermanfaat.

Sumber:
http://www.ariqblog.com/2014/11/pengertian-dan-jenis-pantun-beserta.html

Pengertian Teks Iklan, Struktur, Ciri – ciri dan Fungsinya

Apakah kamu sedang belajar bahasa Indonesia? Jika ya, maka kamu akan menemui materi teks iklan. Nah, kali ini kita akan belajar mengenai pengertian teks iklan, struktur teks iklan, ciri – ciri teks iklan dan fungsi teks iklan. Simak baik –baik ya.


Pengertian Teks Iklan, Struktur, Ciri – ciri dan Fungsinya

Pengertian Teks Iklan
Pengertian teks iklan merupakan suatu media komunikasi yang dianggap efektif bagi produsen untuk digunakan dalam menawarkan barang atau jasa yang sedang diproduksi atau hendak dipasarkan.  

Barang dan jasa yang diproduksi tersebut tentunya ditujukan untuk masyrakat umum sebagai komoditas atau barang dagangan. Biasanya, ketika membuat teks iklan, maka produsen berusaha untuk membuat teks iklan yang semenarik mungkin. Tujuannya adalah supaya orang lain yang melihatnya bersedia membeli atau menikmati barang atau pun jasa yang ditawarkan.

Jika seorang pembaca tertarik pada teks iklan yang ditawarkan, penjual barang atau jasa tersebut tentunya bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan yang dilakukan.
Berbagai produk dapat ditawarkan dengan menggunakan teks iklan. 

Namun, tentunya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen atau masyarakat umum. Sebab, jika seorang produsen menjual produk yang tidak memiliki manfaat bagi masyarakat, maka produk tersebut dapat gagal mendapat tempat di pasar.

Teks iklan dapat dijumpai, di berbagai tempat, seperti di televisi, radio, baliho, internet, pamflet dan sejenis papan reklame lainnya. Masing –masing media memiliki keuntungan dan kelemahannya tersendiri.

Simak juga: Pengertian Teks Eksemplum, Karakteristik, Struktur, dan Ciri – cirinya

Struktur Teks Iklan
Struktur teks iklan terdiri dari :
  • Judul adalah bagian paling penting di dalam teks iklan. Umumnya, judul berada pada bagian atas teks iklan atau di tempat paling mencolok. Orang atau pembaca akan pertama kali melihat judul iklan terlebih dahulu. Namun, ada pula iklan yang tidak menampilkan judul dalam teks iklan yang ditampilkannya.
  • Nama produk atau jasa. Bagian dalam teks iklan ini fungsinya dalah untuk mengenalkan barang atau jasa kepada konsumen. Tujuan bagian ini adalah agar pembaca atau konsumen mengetahui dan memahami nama dan jenis barang atau jasa yang ditawarkan dalam iklan.
  • Deskripsi adalah bagian yang memberikan penjelasan lengkap mengenai barang atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Kalimat yang ditulis pada bagian deskripsi harus menarik dan bertujuan untuk mengajak orang lain, sehingga bersedia membeli barang atau jasa tersebut.


Ciri – Ciri Kebahasaan dari Teks Iklan
Ciri –ciri teks iklan ditinjau dari kebahasaan, yaitu sebagai berikut.

  • Kalimat yang digunakan berupa kalimat slogan. Slogan sama halnya dengan motto, yang dapat dengan mudah melekat pada pikiran seseorang. Slogan juga dapat diartikan motto.
  • Kalimat dalam teks iklan bersifat membujuk atau persuasif.


Fungsi Teks Iklan
Fungsi teks iklan adalah :

  • Teks iklan berfungsi informatif. Artinya, berperan untuk memberikan informasi pada khalayak umum terkait barang atau jasa yang ditawarkan. 
  • Teks iklan berfungsi kontaktif. Artinya, teks iklan berperan untuk membangun hubungan dengan pembaca, atau untuk  hubungan dengan pembaca agar terpengaruh, sehingga bersedia membeli atau memanfaatkannya
  • Teks iklan berfungsi apelatif. Artinya, di dalam teks iklan perlu disebutkan nama, baik nama produk barang maupun jasa yang ditawarkan, sehingga perusahaan atau lembaga yang bertanggung jawab terhadap penayangan iklan tersebut, tempat dimana pembaca dapat menemukan barang atau jasa yang diiklankan, sehingga memudahkan pembaca melalukan pencarian.


Demikianlah materi yang disajikan mengenai pengertian teks iklan, struktur teks iklan, ciri – ciri teks iklan dan fungsi teks iklan. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Sumber:
https://portal-ilmu.com/teks-iklan/

Pengertian Teks Eksemplum, Karakteristik, Struktur, dan Ciri – cirinya

Materi teks eksemplum adalah tema yang perlu dipahami dalam pelajaran bahasa Indonesia. Jadi, kali ini kita akan belajar mengenai pengertian teks eksemplum, karakteristik teks eksemplum, struktur teks eksemplum, dan ciri ciri teks eksemplum.


Pengertian Teks Eksemplum, Karakteristik, Struktur, dan Ciri – cirinya

Pengertian Teks Eksemplum
Apakah kamu sudah tahu apa yang dimaksud teks eksemplum? Pengertian teks eksemplum adalah suatu  bacaan yang mempunyai sifat menjelaskan mengenai pengalaman hidup seorang manusia. 

Pengertian teks eksemplum lainnya juga dapat dipahami sebagai sebuah teks yang berisi atau bercerita mengenai seorang pelaku. Teks eksemplum biasa dijumpai, salah satunya pada cerita yang mendeskripsikan tentang nilai – nilai moral.

Pendapat lain mengenai pegnertian teks eksemplum adalah suatu bacaan yang menceritakan tentang pelaku atau tokoh. Pengenalan tokoh biasa dilakukan di bagian awal teks eksemplum, kemudian dilanjutkan dengan penyajian peristiwa atau kejadian yang di alami oleh si tokoh tersebut. 

Kemudian, ada penginterpretasian yang terletak di bagian akhir teks eksemplum. Interpretasi bertujuan untuk mengambil makna yang tersirat di dalam cerita yang dialami oleh si tokoh. 

Itu sebabnya, cerita yang termuat dalam teks eksemplum biasanya berisi tentang moral dan ini menjadi salah satu bagian dari teks eksemplum, yakni mengajarkan nilai – nilai tertentu kepada pembaca.

Simak juga: Pengertian Teks Editorial atau Opini, Struktur Teks, dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Karakteristik Teks Eksemplum
Karakteristik teks eksemplum sangat khas sehingga membuatnya berbeda dari jenis teks yang lain. Karakteristik teks eksemplum, yaitu sebagai berikut.

  • Peristiwa yang diceritakan adalah kejadian yang tidak diinginkan.
  • Peristiwa yang diceritakan adalah peristiwa yang tidak sering terjadi di dalam kehidupan nyata.
  • Peristiwa yang diceritakan adalah kejadian yang menimbulkan penyesalan bagi partisipan.
  • Peristiwa yang diceritakan di dalamnya mengandung nilai – nilai yang dapat disarankan untuk para pembaca atau pendengar.
  • Bacaan dalam teks eksemplum, menghadirkan diri penulis dalam menginterpretasi dan koda.


Struktur Teks Eksemplum
Struktur teks eksemplum, terdiri dari :

  • Pengantar, bagian ini adalah inti peristiwa yang dijadikan sebagai pengantar untuk menggambarkan peristiwa yang diceritakan.
  • Pembuka, bagian ini adalah bagian pembukaan cerita atau menjadi bagian awal cerita.
  • Peristiwa, bagian ini menceritakan kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan. Pada bagian ini, memuat tentang masalah maupun persoalan yang sedang dialami oleh tokoh.
  • Makna, bagian ini adalah bagian teks eksemplum yang berisi makna atau pesan yang hendak disampaikan kepada pembaca mengenai peristiwa yang tidak diinginkan. Pada bagian ini, pesan yang disampaikan juga merupakan pesan moral atau evaluasi serta dapat berupa akibat yang ditimbulkan dari tindakan yang dilakukan tokoh.
  • Penutup, adalah bagian teks eksemplum yang berhubungan dengan penutup sebuah cerita.


Ciri – ciri Teks Eksemplum
Ciri – ciri teks eksemplum, yaitu sebagai berikut.

  • Peristiwa yang disampaikan, merupakan suatu peristiwa yang tidak diinginkan untuk terjadi.
  • Struktur dalam cerita teks eksemplum bersifat lengkap, terdiri dari abstrak, orientasi, insiden, interpretasi, dan koda.
  • Peristiwa yang disampaikan memiliki urutan yang jelas, sehingga mudah untuk dipahami.
  • Bahasa yang digunakan sifatnya naratif atau menguraikan suatu peristiwa.
  • Muncul perubahan perilaku yang dilakukan tokoh dalam cerita teks eksemplum. Perubahan tingkah laku ini dimaksudkan sebagai pesan moral pada pembaca untuk tidak melakukan suatu kesalahan yang sama.
  • Unsur – unsur bahasa yang digunakan dalam teks eksemplum berupa kata kerja, menggunakan konjungsi, kata referensi, dan kalimat yang digunakan juga merupakan kalimat kompleks.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian teks eksemplum, karakteristik teks eksemplum, struktur teks eksemplum, dan ciri ciri teks eksemplum dalam artikel ini. Semoga bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kawan –kawan.

Sumber:
https://portal-ilmu.com/teks-eksemplum/

Pengertian Teks Editorial atau Opini, Struktur Teks, dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Teks bahasa Indonesia juga mengenal tentang opini atau yang juga bisa disebut sebagai teks editorial. Nah, berikut ini kita akan memberi penjelasan mengenai pengertian teks editorial atau Opini, struktur teks editorial, dan kaidah kebahasaan teks editorial. Selain biasa disebut sebagai opini, teks editorial juga terkadang disebut sebagai tajuk rencana.


Pengertian Teks Editorial atau Opini, Struktur Teks, dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Pengertian Teks Editorial
Pengertian teks editorial adalah jenis teks yang isinya merupakan pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu atau masalah yang sifatnya aktual. Isu tersebut dapat meliputi berbagai masalah, seperti politik, sosial, atau pun ekonomi. Umumnya, jenis teks ini muncul secara teratur di koran atau majalah. 

Dalam menyajikan teks editorial, diperlukan fakta, bukti-bukti, dan alasan yang logis. Dengan begitu, apa yang disampaikan kepada pembaca dapat diterima dengan baik dan tanpa unsur paksaan.

Struktur Teks Editorial
Sebuah teks editorial atau opini atau tajuk rencana mempunyai struktur teks yang serupa dengan struktur pada teks eksposisi. Struktur teks editorial tersebut yaitu : pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan atau penegasan ulang pendapat (reiteration). 

  • Pernyataan pendapat (thesis), berisi sudut pandang penulis terkait permasalahan yang ditulis. Bagian ini dapat menyajikan teori yang nantinya diperkuat lagi oleh argumen.
  • Argumentasi, adalah bagian yang berupa alasan atau bukti yang digunakan dalam mempekuat pernyataan dalam tesis. Argumentasi juga dapat digunakan sebagai kalimat untuk menolak suatu pendapat. Argumentasi dapat berupa pernyataan umum (generalisasi) atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, serta fakta-fakta yang didasari referensi yang dapat dipercaya.
  • Penyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration), berisi penguatan kembali terhadap pendapat yang sudah disajikan dengan ditunjang fakta-fakta di bagian argumentasi. Bagian ini terdapat pada bagian akhir teks editorial.
Simak juga: Pengertian Teks Cerita Ulang, Jenis, Struktur, dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Ulang

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
Adapun ciri atau kaidah kebahasaan teks editorial, sebagai berikut :

  • Adverbia, merupakan suatu kalimat yang berisi ekspresi kepastian yang dapat dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif. Adverbia di sini menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan oleh adverbia itu sendiri. Kata-kata tersebut antara lain : selalu, biasanya, sebagian besar waktu, sering, kadang-kadang, jarang, dan lainnya.
  • Konjungsi, adalah jenis kata penghubung pada teks editorial, seperti contohnya ‘bahkan’.
  • Verba Material, adalah verba yang dibuat untuk menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa.
  • Verba relasional, adalah verba yang ditulis untuk menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B), dan milik (mengandung pengertian A mempunyai B). Verba pertama tergolong dalam verba relasional identifikatif, sedangkan verba kedua dan ketiga tergolong verba relasional atributif.
  • Verba Mental, adalah verba yang menerangkan persepsi (seperti melihat, merasa), afeksi (seperti suka, khawatir), dan kognisi (seperti berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindra (sensor) dan fenomena. 


Demikianlah materi dalam artikel ini disajikan. Kita sudah membahas mengenai pengertian teks editorial atau Opini, struktur teks editorial, dan kaidah kebahasaan teks editorial. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber:
http://berbahasa-indonesiasatu.blogspot.co.id/2016/09/pelajaran-bahasa-indonesia-teks.html