Pengertian, Proses, Tujuan, dan Prinsip Negosiasi

Negosiasi adalah aspek penting dalam seni komunikasi. Jadi, kali ini kita akan belajar mengenai pengertian negosiasi, prinsip negosiasi, tujuan negosiasi dan prinsip negosiasi. Berbagai hal ini sangat penting karena negosiasi sudah menjadi hal yang dekat dengan kehidupan hampir setiap orang.
Pengertian, Proses, Tujuan, dan Prinsip Negosiasi

Pengertian Negosiasi

Pengertian negosiasi menurut Sardjono, (2009) dapat dilihat secara etimologi, yang berasal dari bahasa Inggris, negotiation, yang berarti perundingan. Dengan kata lain, negosiasi dapat diartikan sebagai musyawarah untuk mufakat, atau suatu usaha untuk membangun kerja sama antara beberapa pihak.

Para pihak yang bernegosiasi bertujuan untuk mendatangkan keuntungan bersama dengan jalan persuasif, dan bukannya melalui jalan represif atau intimidasi. Selain itu, negosiasi juga dapat diartikan sebagai langkah untuk membangun kesepahaman terhadap permasalahan tertentu.

Proses Negosiasi

Proses negosisai menurut Tim Guru Eduka (2015), terdiri dari :
  1. Pihak yang memiliki program atau pihak pertama. Ia memulai proses negosiasi dengan menyampaikan maksud dengan kalimat yang santun, jelas, serta terperinci.
  2. Pihak mitra kemudian berbicara dengan menyanggah mitra bicara secara santun dan tetap menghargai pihak yang pertama.
  3. Pemilik program mengemukakan argumentasinya dengan menggunakan kalimat yang santun dan meyakinkan mitra bicara.

Hal – Hal yang Harus Diperhatikan dalam Negosiasi

Menurut Darmayanti (2007), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyampaikan pendapat dalam negosiasi. Hal –hal tersebut meliputi :
  1. Pendapat disampaikan dengan lancar, jelas, dan sopan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami pendapat yang disampaikan.
  2. Pendapat yang disampaikan harus disertai alasan, fakta, atau contoh secara jelas. Tujuannya adalah agar apa yang disampaikan dapat diterima secara rasional dan benar.
  3. Menyampaikan pendapat dengan intonasi dan suara cukup keras untuk didengar sehingga lebih mudah dipahami orang lain. Penyampaian pendapat dengan intonasi dan suara kurang keras, dapat menyebabkan pendengar kesulitan dalam mendengar dan memahami hal yang disampaikan.
  4. Kejelasan dalam menyampaikan pendapat akan membuat orang lain lebih percaya dan pihak lawan negosiasi dapat memahami hal yang disampaikan.
Tujuan Negosiasi
Tujuan negosiasi menurut Sardjono, (2009) aadalah untuk mendelegasikan kepentingan kepada pihak yang lain, akan tetapi pendelegasian ini dapat terlaksana apabila kedua pihak memiliki korelasi dalam sumber daya alam yang dimiliki.

Selain itu, negosiasi juga bertujuan agar bisa memperoleh simpati dari gagasan yang sedang ditawarkan. Secara implisit tujuan negosiasi berhubungan dengan marketing. Namun, bukan hanya marketing yang berkaitan dengan barang konsumtif, melainkan juga pelayanan jasa dan penyelesaian masalah.

Prinsip Negosiasi

Prinsip negosiasi menurut Sardjono, (2009) ada beberapa, yaitu :
  1. Transparansi merupakan kejujuran, tapi boleh menggunakan taktik (taktik bukanlah kebohongan). Dapat menentukan taktik yang tidak mengandung unsur kebohongan, sehingga tidak merugikan pihak lain yang terlibat dalam negosiasi.
  2. Akuntabilitas atau dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat konsekuen dengan apa yang dikatakan.
  3. Keadilan, yakni dapat melakukan pembagian porsi dalam suatu kerja sama secara adil, sehingga tidak memberikan kerugian pada oknum tertentu, yang dinilai lebih memiliki kepentingan.
  4. Saling menghargai dan menghormati sehingga dapat terbina hubungan baik dengan partner. Saat pihak lain menyampaikan pendapatnya, hendaknya pihak lain yang mendengar menghargai dan menghormati apa yang disampaikan. Salah satunya dengan tidak memotong pembicaraan.

Demikian penjelasan mengenai negosiasi, baik berupa pengertian negosiasi, proses negosiasi, tujuan negosiasi dan prinsip negosiasi. Semoga bermanfaat.

Sumber:

© 2017 MTB - Template Created by goomsite